JALAN
NYATA
Berdring waktu terus berdering
Membangunkan pikiran yang sedang melayang
Mengingat masa lampau yang telah termakan oleh zaman
Yang tak terindahkan oleh buruknya tingkah raga
Suara dering ternyata tak seindah suara musik arabia
Keindahan musik arabia mampu mensetimulasi diri yang tak sadar
Walau hanya sekejap sinar kilat petir di musim kemarau
Tak seperti indahnya teguran sang Ilahi walau tak kasat
Namun tepaknya selamanya
Silaunya pandangan tata surya
Mampu membuat mataku takut
Memaksa kelopak mata untuk melindunginya
Tanpa rasa sungkan kelopak mata menurutinya
kronea terus mendesah
Dan berdoa untuk mengusir sinar tatasurya
Tata surya tak mengindahkan lingkungan
Tanpa diminta telapak tangan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa
untuk kornea mata
Diantara perselisihan antara kornea dan sinar raja galaksi
Membuat sutradara hidup terus berlarian tanpa arah
Dari masrik sampai mahrib
Dari sofa sampai marwah
Dari ujung jari sampi ujung rambut
Sutradara tak menemukan apapun dari perjalanya
terus memutar pikiranya sampai merasa tak lagi berpikir
Namun tak secuilpun jasa didapatnya
Sungguh kejam kehidupan dunia tanpa kita memahaminya
Berhenti dalam gunungan tafakur
Gunugan dzikir, bukit sholawat
Lautan istihfar, membuat sutradara menumukan jasa yang dicarinya
Baru terpikr olehnya
Kenapa harus samapi ujung dunia jika
Dialiran tubuhnya ada jasa yang tersimpan sebagai penawar sakitnya
Sekarang dunia seakan berada di gengamnya
Sampai raja galaksi tak menjadi silau lagi
Malah menjadi sahabat setia menemani
Indahnya siang bolong
Menjadi sumber vitamin yang ditunggu-tunggu
Sungguh indahnya tafakur, dzikir, dan amal sholeh
Fatkhuri el Sobri
KAMAR LANGITAN PP. STQ AL-ARIFIYAH 02.59 WIB 29/04/2016

Komentar
Posting Komentar